Jumat, 11 Januari 2013


SENYAWA HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI
A. Mengenali senyawa karbon dan sumbernya1. Mengenali senyawa karbon pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan arang atau karbon, sedangkapembakaransempurna akan menghasilkkan ga CO
2
, untuk mengenalinya di lakukan dengan cara mengalirkangas hasil pembakaran ke dalam air kapur ( Ca (OH
2
) atau air barit atau ( Ba ( OH )
2
). Hasil pembakaran sempurna senyawa karbon berupa gas CO
2
dan gas terseut dapat menge3ruhkabn air kapur atau air barit karena terjadi reaksi :CO
2
(
g
) + Ca ( OH )
2
Ca CO
(s)
 jadi, bila gas hasil pembakaran tersebut mengeruhkan air kapur atau air barit berarti senyawayang di bakar mirip senyawa karbon2.Sumber senyawa karbonSenyawa karbon berasal dari berbagai sumber, antara lain :a. Tumbuhan dan hewan b. Batu barac. Gas alam dan minyak bumiB. Senyawa karbon organik dan senyawa karbon anorganik.Senyawa karbon yang hanya dapat dibuat (disentesis) oleh tubuh (organ) makhluk hidup di sebutsenyawa
organik 
, sedangkan senyawa yang dapat di buat (disintesis) di luar tubuh makhluk hidup
 senyawa anorganik.
senyawa karbon organik dan senyawa anorganik di dasarkan kepada
 sifat dan strukturnya
Perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik 
PerbedaanSenyaw

a karbon organikSenyawa karbon anorgani
Kestabilan terhadapPemanasankelarutan.Titik lebur & titik didihKereaktifanstruktur Mudah terurai atau berubahstruktur. Umumnya sukar larutdalam Pelarut polar, tetapi mudahlarut dalam pelarut nonpolar.Umumnya relatif rendah.Kurang reaktif (sukar bereaksi) dan jika beraksi cenderung lambat.Mempunyai rantai atom karbonStabil pada pemanasan.Mudah larut dalam pelarut polar.Ada yang sangat tinggi tetapiada pula yang sangat rendah.Reaktif dan umumnya berlangsung cepat.Tidak mempunyai rantai atomkarbon.C. Sifat khas dari atom karbonSifat khas dari atom karbon yaitu antara lain :

1.Mempunyai nomor atom 6, dengan elektron vol. 42.Atom karbon dengan keempat tangaikatan itu dapat membentuk rantai atom karbon dengan berbagai bentuk dan kemungkinan, antara lain :a.. Berdasarkan jumlah ikatan.1). Ikatan rangkap tunggal2). Ikatan rangkap dua3). Ikatan rangkap tiga b. Berdasarkan bentuk ranainya :1). Rantai terbuka ( Alifatis)2). Rantai tertutup ( siklis )3). Kedudukan atom karbon dalam rantai karbon.Kedudukan rantai karbon di bedakan menjadio empat macam, yaitu :a). atom karbon primer  b). atom karbon sekunder c). atom karbon tersier d). atom karbon kuarterner D. Hidrokarbon.Berdasarkaikatan yanterdapapada rantai karbonnya, hidrokarbodi bedakan menjadi 1.Hirokarbon jenuh, yaitu hidrokarbon yang pada ranai karbonnya semua berikatan tungggal, disebut juga sebagai alkana.2. Hidrokarbon tak jenuh yaitu hidro karbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan rangkapdua ( alkana ) dan rangkap tiga ( Alkana).
Minyak bumi
Minyak bumi merupakan campuran dari berbagai senyawa penyusun utamanya berupa hidrokarbon,terutama alkana, sikloalkana dan aromatis.Komposisi minyak bumiJenisenyawaJumlaPresentaseContohHodrokarbonSenyawa belarangSenyawa NitrogenSenyawa OksigenOrgano Logam90 – 99 %0,1 – 7 %0,01 – 0,9 %0,01 – 0,4 %Sangat kecilAlkana, Siklo Alkana, AromatisTio Alkana ( R – S –R )Alkanatiol ( R – S – R)Pirol ( C4 H5 N )Asam, Karboksilat ( RcooH)

Senyawa Logam Nikel*proses pembentukan miyak bumiMenurut teori dupleks :-minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati,akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun, jasad renik berubah menjadi bintik- bintik dan gelembung minyak atau gas.Minyak bumi di kelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui. Depositminyak bumi di indonesia pada umumnya terdapat di daerah pantai atau lepas panai, yaitu pantai utara jawa (Cepu, Wonokromo, Cirebon ). Daerah sumatera bagian utara dan timur ( Aceh, Riau). Daerahkalimantan bagia timur ( Tarakan, Balikpapan ) dan daerah kepala burung ( Papua).
Pengelolaan minyak bumi
A. Pengelolaan tahap pertama (
 primary processing 
).Pada tahap pertama ini di lakukan proses “ dostilasi Be, pada proses distilasi bertingkat ini meliputi :a. Fraksi pertama : menghasilkan gas elpiji di gunakan untuk bahan bakar kompor gas, atau mobildengan BBG b. Fraksi kedua : sering di sebut nafta ( Gas Bumi ), nafta ini tidak dapat langsung di sunakan,teteapi di olah pada tahap kedua untuk di jadikan bensi (premium) atau bahan ptrokimia, nafta sering juga di sebut dengan bensin berat.c. Fraksi ketiga : di buat menjadi kerosin ( minyak tanah) dan Autur ( Bahan bakar pesawat jet)d. Fraksi keempat : di buat menjadi solar, di gunakan sebagai bahan bakar mesin diesel.e. Fraksi kelima : di sebut residu yang berisi hidrokarbon rantai panjang dan dapat di olah lebihlanjut pada pada tahap kedua menjadi berbagai senyawa karbon lainnya dansisanya sebagai aspal dan lilin.B. pengolahan tahap keduaProses ini merupakan lanjutan dari hasil penyulingan pada tahap keduaProses-proses ini meliputi :a. perengkahan
Cracking 
Di lakukan perubahan struktur nkimia senyawa- senyawahidrokarbon,m yang meliputi perengkahan ( pemecahan rantai ). Alkilasi ( pembentukan alkil), polimerasi, reformasi dan isomerasi b. Proses ekstrasi : pembersihan produk dengan menggunakan pelarut.c. Proses kristalisasi : proses pengolahan produk-produk melalui perbedaan titik cairnya.d. Pembersihan dan kontaminasi : proses pengolahan tahap pertama dan tahap kedua sering terjadikontaminasi sehingga kotoran-kotoran ini harus di bersihkan dengan menambahkan soda kaustik ( NaOH ) tanah liat atau proses Hidrogenesi

 Macam-Macam Morfolgi Daun
  1. a.      Ujung daun (Apex Folli)
  • Runcing (Acutus), jika kedua tepi daun di kanan kiri ibu tulang sedikit demi sedikit menuju ke atas dan pertemuannya pada puncak daun membentuk suatu sudut lancip (<90˚).
Contoh : ujung daun Oleander (Nerium oleander L.)
  • Meruncing (Acuminatus), seperti pada ujung yang runcing tetapi titik pertemuan keduanya jauh lebih tinggi dari dugaan, hingga ujung daun nampak sempit panjang dan runcing.
Contoh : Ujung daun Sirsat (Annona Muricata L.)
  • Tumpul (Obsutus), Tepi daunnya yang semula masih agak jauh dan ibu tulang cepat menuju ke suatu titik pertemuan, hingga membentuk sudut yang tumpul (>90˚).
Contoh : ujung daun Sawo Kecik (Manilkara kauli)
  • Membulat (rotundatus), seperti pada ujung yang tumpul, tetapi tak bersudut sama sekali, hingga ujung daun membentuk semacam suatu busur.
Contoh : ujung daun Kaki Kuda (Centella asiatica)
  • Rompang (truncatus), ujung daun tampak sebagai garis yang rata, misalnya ujung anak daun semanggi (Marsika crenata Presl.)
  • Terbelah (Retusus), ujung daun justru seperti terbelah dua, memperlihatkan lekukan, kadang-kadang terlihat. Misalnya ujung daun Nenas Sebrang (Agave sp.)
  1. b.      Pangkal Daun
  • Runcing (acutus), biasanya terdapat pada daun bangun memanjang, lanset, belah ketupat, dll.
  • Meruncing (acuminatus), biasanya pada daun abngun bulat telur sungsang atau daun bangun sudip.
  • Tumpul (obtusus), pada daun-daun bangun bulat telur, jorong.
  • Membulat (rotundatus), pada daun-daun bangun bulat, jorong, bulat telur.
  • Rompang atau rata (truncatus), pada daun-daun bangun segtiga, delta, tombak.
  • Berlekuk (emarginatus), Pada daun-daun bagian jantung, ginjal, anak panah.
  1. c.       Tepi Daun (Margo foili)
  • Bergerigi (serratus), yaitu jika sinus dan angulus sama lancipnya.
Contoh : daun lantana (Lantana camara L.)
  • Bergerigi ganda (biserratus), yaitu tepi daun seperti di atas, tetapi angulusnya cukup besar dan tepinya bergirigi lagi.
  • Bergigi (dentatus), jika sinus tumpul sedang angulusnya lancip.
Contoh : daun beluntas (Pluchea indica Less)
  • Beringgit (crenatus), kebalikannya bergigi, jadi sinusnya tajam dan angulusnya yang tumpul.
  • Contoh : daun air mata pengantin (Antigonon leptopus Hook et Arn.)
  1. d.      Daging Daun
  • Tipis seperti selaput (membranaceus), misalnya daun paku selaput (Hymenophyllum austral willd)
  • Seperti Kertas (Papyraceus atau chartaceus), tipis tetapi cukup tegar, misalnya daun pisang (Musa paradisiacal L.)
  • Tipis lunak (herbaceous), misalnya daun selada air (Nasturtium officinale R. Br.)
  • Seperti perkamen (perkamenteus), tipis tetapi cukup kaku, misalnya daun kelapa (Cocos nucifera L.)
  • Seperti Kulit/Belulang (coriaceus), yaitu jika helaian daun tebal dan kaku, misalnya daun nyamplung (Calophyllum inophyllum L.)
  • Berdaging (carnosus), yaitu jika tebal dan berair, misalnya daun lidah buaya (Aloe sp.)
  1. e.       Permukaan Daun
  • Licin (leavis), dapat terlihat :
    • Mengkilat (nitidus), sisi atas daun kopi (Coffea robusa Lindl.)
    • Suram (opacus), Daun ketela rambat (Ipomea batatas Poir)
    • Berselaput lilin (pruinosus), sisi bawah daun pisang (Musa paradisiacal L.)
    • Gundul (glaber), misalnya daun jambu air (Eugenia aqua Burm.)
    • Kasap (scaber), misalnya daun jati (Tectona grandis L.)
    • Berbingkul-bingkul (bullatus), seperti berkerut, tetapi kerutannya lebih besar, misalnya daun air mata pengantin (Antigonon leptopus)
    • Berbulu (pilosus), jika bulu halus dan panjang jarang-jarang, misalnya daun tembakau (Nicotina tabacum)
    • Berbulu halus dan rapat (villocus), berulu sedemikian rupa sehingga jika diraba terasa seperti laken atau beludru.
    • Berbulu kasar (hispidus), jika rambut kaku dan jika diraba terasa kasar, misalnya daun gadung (Discorea hispida)
    • Bersisik (Lepidus), seperti misalnya sisi bawah daun durian (Durio zibethinus)